Governance/Risk/Compliance

Governance  / Risk / Compliance

Tata Kelola / Risiko / Kepatuhan

  • Analisis bisnis adalah praktek yang memampukan perubahan dalam perusahaan dengan cara mendefinisikan kebutuhan dan merekomendasikan solusi yang dapat memberikan value bagi stakeholder.
  • Analisis bisnis memampukan perusahaan untuk mengartikulasikan kebutuhan dan rasionalisasi bagi perubahan, mendisain dan mendeskripsikan solusi yang dapat menghasilkan value.
  • Analisis bisnis dilakukan pada beragam inisiatif dalam perusahaan, secara strategik, taktikal, maupun operasional.
  • Analisis bisnis dapat dilakukan dalam batasan sebuah projek dalam keseluruhan evolusi perusahaan dan perbaikan terus menerus

Transformasi digital bukanlah masalah disrupsi atau teknologi. Transformasi digital adalah mengenai nilai, orang, optimasi, dan kapabilitas yang terus menerus diadaptasikan sesuai kebutuhan melalui penggunaan teknologi dan informasi secara cerdas.

Penelitian nilai bisnis TI ditujukan untuk memahami bagaimana dan sejauh mana penggunaan TI berkontribusi terhadap kinerja organisasi. Dengan demikian, konsep "nilai bisnis TI" dapat didefinisikan sebagai: "dampak kinerja organisasi dari teknologi informasi pada tingkat proses menengah dan tingkat organisasi, dan meliputi dampak efisiensi dan dampak kompetitif.” (Melville et al., 2004). Penelitian nilai bisnis TI secara konsisten menemukan bahwa TI memiliki dampak positif pada (aspek) kinerja organisasi, dan secara longgar disepakati bahwa tata kelola TI harus tentang mengendalikan penggunaan TI dengan cara yang menjamin pencapaian nilai bisnis TI.

Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) dikembangkan oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) yang merupakan asosiasi keanggotaan profesional internasional bagi individu yang tertari atau bekerja dalam bidang audit TI, risiko TI, dan tata kelola TI. ISACA didirikan tahun 1967 dan tumbuh menjadi organisasi internasional dengan lebih dari 150.000 anggota di seluruh dunia. COBIT pada mulanya dikembangkan untuk mendukung audit (keuangan) profesional yang harus berhadapan dengan lingkungan terotomatisasi. ISACA me-release COBIT edisi pertama pada tahun 1996 sebagai framework untuk melaksananan penugasan audi TI. Versi pertama disusul versi kedua tahun 1998. Menyadari meningkatnya kepetingan  TI untuk perusahaan beserta dengan tumbuhnya kebutuhan untuk mengendalikan TI secara efektif, ISACA mendirikan IT Governance Institute (ITGI) sebagai think tank untuk tata kelola TI. Pemahaman yang diperoleh melalui ITGI berkontribusi besar dalam evolusi COBIT menuju framework praktek-baik yang matang untuk manajemen TI dan tata kelola TI.

Page 1 of 2