Sign In   Register

Governance/Risk/Compliance

Governance  / Risk / Compliance

Tata Kelola / Risiko / Kepatuhan

Transformasi digital bukanlah masalah disrupsi atau teknologi. Transformasi digital adalah mengenai nilai, orang, optimasi, dan kapabilitas yang terus menerus diadaptasikan sesuai kebutuhan melalui penggunaan teknologi dan informasi secara cerdas.

Penelitian nilai bisnis TI ditujukan untuk memahami bagaimana dan sejauh mana penggunaan TI berkontribusi terhadap kinerja organisasi. Dengan demikian, konsep "nilai bisnis TI" dapat didefinisikan sebagai: "dampak kinerja organisasi dari teknologi informasi pada tingkat proses menengah dan tingkat organisasi, dan meliputi dampak efisiensi dan dampak kompetitif.” (Melville et al., 2004). Penelitian nilai bisnis TI secara konsisten menemukan bahwa TI memiliki dampak positif pada (aspek) kinerja organisasi, dan secara longgar disepakati bahwa tata kelola TI harus tentang mengendalikan penggunaan TI dengan cara yang menjamin pencapaian nilai bisnis TI.

Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) dikembangkan oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) yang merupakan asosiasi keanggotaan profesional internasional bagi individu yang tertari atau bekerja dalam bidang audit TI, risiko TI, dan tata kelola TI. ISACA didirikan tahun 1967 dan tumbuh menjadi organisasi internasional dengan lebih dari 150.000 anggota di seluruh dunia. COBIT pada mulanya dikembangkan untuk mendukung audit (keuangan) profesional yang harus berhadapan dengan lingkungan terotomatisasi. ISACA me-release COBIT edisi pertama pada tahun 1996 sebagai framework untuk melaksananan penugasan audi TI. Versi pertama disusul versi kedua tahun 1998. Menyadari meningkatnya kepetingan  TI untuk perusahaan beserta dengan tumbuhnya kebutuhan untuk mengendalikan TI secara efektif, ISACA mendirikan IT Governance Institute (ITGI) sebagai think tank untuk tata kelola TI. Pemahaman yang diperoleh melalui ITGI berkontribusi besar dalam evolusi COBIT menuju framework praktek-baik yang matang untuk manajemen TI dan tata kelola TI.

Agar tumbuh dan berkembang, pada umumnya organisasi (perusahaan/lembaga/institusi) menetapkan tujuan dalam suatu waktu tertentu, misal 5 tahun. Dalam rangka mencapai tujuan organisasi 5 tahun kedepan, ditetapkan suatu business strategy focus area yang dibagi dalam tahapan-tahapan dan menghasilkan suatu Grand Road Map. Penetapan tahapan ini melalui serangkaian analisis dan kajian dengan memperhatikan Visi dan Misi, serta nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Contoh tahapan grand road map misal, Tahap 1: Penguatan Fondasi; Tahap 2: Peningkatan Daya Saing; Tahap 3: Tumbuh Sehat Berkelanjutan.

Page 1 of 2