Pada mulanya blockchain dirancang untuk memroses transaksi finansial. Namun penemuan platform smart contract memperluas kapabilitas blockchain sehingga dapat diterapkan pada beragam bisnis. Blockchain yang mendukung bisnis, atau biasa disebut blockchain enterprise adalah jaringan blockchain yang dapat diintegrasikan dan dimanfaatkan untuk keperluan level enterprise. Teknologi blockchain ini secara khusus didisain untuk mampu menangani tuntutan organisasi di level enterprise.
Pemanfaatan blockchain di lingkungan korporasi berkembang dengan sangat cepat. Kunci digunakannya blockchain publik adalah desentralisasi dan transparansi. Namun enterprise tetap membutuhkan otoritas pusat untuk menjaga privasi dan kendali. Kendali akses di setiap tingkat siklus transaksi harus memastikan keamanan data dan perlindungan kekayaan intelektual bisnis. Kendali akses pada sistem terpusat memiliki tingkat latensi yang rendah dan protokol yang lebih sederhana dibandingkan dengan blockchain publik. Selain itu, energi masif yang dikonsumsi untuk pemrosesan transaksi oleh blockchain publik yang menggunakan mekanisme ‘proof-of-work’ menjadikannya tidak sepadan antara biaya yang dikeluarkan dan kecepatan yang dihasilkan. Di sisi lain, blockchain privat memungkinkan organisasi menggunakan mekanisme konsensus yang lebih gesit sesuai persyaratan yang dibutuhkan, tidak perlu proses berlarut-larut dalam menghasilkan konsensus seperti dalam sistem blockchain publik.
Beberapa faktor berikut berkontribusi terhadap meningkatnya permintaan terhadap blockchain enterprise:
- Berkurangnya biaya administrasi dan pemrosesan transaksi yang cepat (penggunaan smart contract menghilangkan kerja ekstra dalam kliring, penyelesaian transaksi, dsb.)
- Mengurangi peluang penipuan, kesalahan manusia, atau manipulasi.
- Meningkatkan transparansi namun terkontrol.
- Menghilangkan biaya tambahan rekonsiliasi offline.
- Penyelesaian secara aman transaksi lintas perusahaan.
- Akses data real-time, akses terotorisasi.
- Pengurangan redundansi dalam organisasi.
Elemen-elemen Platform yang Sukses
Persyaratan bagi bisnis yang ingin menggunakan blockchain berbeda dengan aplikasi untuk konsumen. Fitur-fitur ideal yang dibutuhkan oleh blockchain enterprise untuk dapat melayani penggunanya secara efektif harus memasukkan elemen-elemen kerahasiaan, transparansi, serta pengurangan biaya operasional dan biaya transaksi.
KERAHASIAAN:
Meskipun blockchain adalah tentang transparansi, transaksi perusahaan biasanya berurusan dengan data yang sangat sensitif. Akses terbuk, bahkan hanya dalam lingkup organisasi, dapat menyebabkan kerugian besar bagi pihak terkait. Dengan demikian, fitur privasi yang kuat adalah salah satu elemen yang harus dimiliki platform blockchain sebagai fitur yang melekat, namun tetap harus patuh terhadap regulasi dan hukum yang berlaku.
Untuk meningkatkan kerahasiaan, struktur aliran data perusahaan dapat diatur dalam tiga tingkat:
- Ledger Terpisah: Mengelompokkan satu set informasi dalam kanal terpisah untuk memberikan akses ke pengguna sah saja.
- Transaksi Rahasia: Memperkenalkan privasi tambahan dalam hal menjaga kerahasiaan data hanay antara pihak-pihak terkait, tanpa mengizinkan akses oleh pihak ketiga.
- Validasi zero-knowledge: Untuk membuktikan hak atas data cukup dengan memberi bukti pada aspek-aspek tertentu tanpa perlu mengungkapkan data sesungguhnya.
TRANSPARANSI:
Kurangnya transparansi di setiap tingkat dalam rantai pasokan dapat mengganggu kelancaran arus informasi dalam suatu organisasi. Namun tidak semua informasi dapat dibagikan tanpa membahayakan urusan internal bisnis.
Sistem blockchain yang efisien harus melengkapi organisasi dengan jaringan terpercaya yang dapat membantu mereka mempertahankan transparansi tanpa harus mengungkapkan informasi rahasia organisasi. Tingkat privasi yang tinggi harus dipastikan agar rincian transaksi hanya dibagikan di antara pihak-pihak yang berhak.
PENGURANGAN BIAYA OPERASIONAL:
- Berkurangnya intervensi manual: Hilangnya perantara dan berkurangnya intervensi manual karena otomatisasi proses menghilangkan biaya yang tidak perlu. Smart contracts dengan eksekusi otomatis menjadi use case utama.
- Audit Trail: Mengintegrasikan solusi teknologi dalam sistem pencatatan akan mengurangi biaya audit, sehingga memudahkan pelacakan atas aset dan mekanisme rantai pasokan.
- Pembagian Biaya: Data dapat dengan mudah dipertukarkan antar organisasi melalui penggunaan DLT tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memelihara database informasi menggunakan perangkat lunak pihak ketiga sekaligus menyelamatkan organisasi dari masalah keamanan siber.
Biaya yang “dapat diprediksi” selalu dianggap sebagai ukuran kinerja yang lebih baik daripada alternatif “berbiaya rendah” karena mungkin tidak memberikan jaminan stabilitas di masa depan.
Dengan demikian, sistem blockchain enterprise harus berjalan pada platform yang memiliki biaya konstan untuk meningkatkan "prediktabilitas biaya operasional" dari sistem blockchain secara keseluruhan.
PENGURANGAN BIAYA TRANSAKSI:
Teknologi Blockchain mengubah cara transaksi keuangan diproses melalui otentikasi blockchain. Intervensi pihak ketiga dan verifikasi manual berkurang sehingga mengurangi biaya transaksi. Mekanisme blockchain enterprise juga dapat digunakan untuk efisiensi operasi, mengendalikan risiko, dan mengelola biaya. Menempatkan seluruh dataset pada blockchain beserta penggunaan mekanisme tanda tangan digital juga akan membuatnya lebih tahan terhadap perubahan.
Framework Integrasi Blockchain
Pertumbuhan jumlah platform blockchain saat ini sedang booming, situasi ini memicu munculnya kemungkinan baru yanng mengarah pada inovasi platform yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Namun ekosistem yang berkembang di sekitar platform juga harus berinteraksi agar blockchain mencapai potensi penuhnya.
Dengan menetapkan interoperabilitas di masa depan sebagai tujuan akhir, tahun lalu Accenture mengumumkan dan menguji dua solusi yang memungkinkan dua atau lebih ekosistem yang berbasis blockchain berintegrasi. Dari situ dikembangkan solusi baru yang dibuat khusus untuk blockchains privat agar dapat bekerja tanpa node konektor pusat. Solusi baru ini bersifat open-source dan dikenal sebagai Blockchain Integration Framework, sebuah Hyperledger Lab (Kuhrt, 2019).
Blockchain Integration Framework mendefinisikan model komunikasi yang memungkinkan ekosistem blockchain privat bertukar data on-chain apa pun atau aset kustom lain tanpa bergantung pada platformnya. Framework ini memperkenalkan jaringan overlay "validator interoperabilitas" untuk setiap jaringan blockchain yang akan bertukar aset. Validator interoperabilitas ini akan dikenal atau dapat ditemukan oleh anggota ekosistem yang mengambil bagian dalam tata kelola atau konsensus.
Gambar 1 mengilustrasikan mekanisme kerja framework. Validator interoperabilitas akan secara kolektif menangani permintaan ekspor dari node lokal dengan memverifikasi berdasarkan versi ledger mereka (langkah 1 hingga 3). Setiap permintaan dijawab oleh kuorum minimum validator dengan signature (langkah 4 dan 5). Jaringan dapat terus bekerja meskipun beberapa validator tidak aktif atau tidak berpartisipasi, dengan asumsi kuorum minimum tetap terpenuhi. Sistem komunikasi off-chain yang aman dapat mengirimkan pesan yang tersertifikasi oleh validator transfer DLT (langkah 6). Bukti yang berasal dari DLT asing dapat diverifikasi terhadap kunci publik dari validator transfer DLT asing yang didistribusikan baik secara lokal oleh penerima atau menggunakan logika on-chain - biasanya smart contract (langkah 7 dan 8).
Platform Blockchain Utama
Organisasi yang memutuskan untuk mengimplemantasikan blockchain dapat memilih salah satu framework yang utama. Keputusan akhirnya harus didasarkan pada kesesuaian dengan kebutuhan organisasi. Dengan hadirnya framework integrasi blockchain yang dapat mengintegrasikan antar DLT, saat ini hanya ada 4 framework utama yang dapat dipilih, yaitu: Ethereum, Quorum, Hyperledger, atau Corda. Diantara ke-empat framework yang mendukung integrasi antar blockchain, hanya 3 yang masuk dalam daftar firma konsultan global (KPMG, EY, Accenture). Gambar 2 menunjukkan perbandingan 3 framework utama: Ethereum, Hyperledger Fabric, dan Corda.
Sistem pendaftaran asset berbasis blockchain dapat memilih framework blockchain dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
- Interoperabilitas dan integrasi. Framework mendukung blockchain integration framework yang memungkinkan terjadinya integrasi antar blockchain.
- Mekanisme konsensus. Untuk mendapatkan kecepatan konsensus yang tinggi, disarankan menggunakan proof-of-stake atau pendekatan lain yang setara.
- Manajemen jaringan. Mendukung mode operasi blockchain privat.
Reference
- Kuhrt, T. A. (2019, 11 20). Accenture Open Sources Blockchain Integration Framework as a Hyperledger Lab. (Accenture) Retrieved 12 12, 2019, from The Linux Foundation Projects: https://www.hyperledger.org/blog/2019/11/20/accenture-open-sources-blockchain-integration-framework-as-a-hyperledger-lab
